Perbandingan Sistem Pemerintahan Presidensil dan Parlementer

Posted: May 28, 2012 in Analisis, Politik


Membandingkan system pemerintahan presidensial dan parlementer, serta kekurangan dan kelebihan masing-masing

Perbandingan Sistem Pemerintahan Presidensil Sistem Pemerintahan Parlementer
Ciri-ciri Ikatan partai lebih longgar karena masing-masing pihak khususnya para anggota badan legislative sangat bergantung pada konstituennya. Dengan kata lain, dalam pemerintahan presidensial, ikatan dengan partai sama pentingnya dengan hubungan baik dengan para pemilihnya Parlemen merupakan satu-satunya badan yang anggotanya dipilih secara langsung oleh warga Negara yang berhak memilih melalui pemilihan umum
Kabinet (dewan menteri) dibentuk oleh presiden. Kabinet bertangungjawab kepada presiden dan tidak bertanggung jawab kepada parlemen atau legislatif Anggota dan pemimpin cabinet (perdana menteri) dipilih oleh parlemen untuk melaksanakan fungsi dan kewenangan eksekutif. Sebagian besar atau seluruh anggota cabinet biasanya juga menjadi anggota parlemen sehingga mereka memiliki fungsi ganda, yakni legislative dan eksekutif. Hal ini berarti yang memerintahadalah partai yang memenangkan pemilihan umum atau koalisi partai-partai manakala tidak ada satu partai yang mencapai suara mayoritas
Kebijakan yang bersifat komprehensif jarang dapat dibuat karena legislative dan eksekutif mempunyai kedudukan yang terpisah (seseorang tidak bisa mempunyai fungsi ganda), ikatan partai yang longgar, dan kemingkinan dua badan ini didominasikan oleh partai yang berbeda Cabinet dapat bertahan sepamjang mendapat dukungan mayoritas dari parlemen. Hal ini berarti parlemen dapat menjatuhkan cabinet manakala mayoritas parlemen memberikan mosi tidak percaya kepada cabinet
Jabatan kepala pemerintahan dan kepala Negara berada pada satu tangan Manakala kebijakannya tidak mendapat dukungan dari parlemen, perdana menteri dapat membubarkan parlemen, lalu dapat menetapkan waktu penyelenggaraan pemilihan umum untuk membentuk parlemen yang baru
Kabinet (dewan menteri) dibentuk oleh presiden. Kabinet bertangungjawab kepada presiden dan tidak bertanggung jawab kepada parlemen atau legislatif Anggota parlemen terdiri atas orang-orang dari partai politik yang memenangkan pemiihan umum. Partai politik yang menang dalam pemilihan umum memiliki peluang besar menjadi mayoritas dan memiliki kekuasaan besar di parlemen.
Presiden tidak bertanggungjawab kepada parlemen. Hal itu dikarenakan presiden tidak dipilih oleh parlemen Pemerintah atau kabinet terdiri dari atas para menteri dan perdana menteri sebagai pemimpin kabinet. Perdana menteri dipilih oleh parlemen untuk melaksakan kekuasaan eksekutif. Dalam sistem ini, kekuasaan eksekutif berada pada perdana menteri sebagai kepala pemerintahan. Anggota kabinet umumnya berasal dari parlemen
Parlemen memiliki kekuasaan legislatif dan sebagai lembaga perwakilan. Anggota parlemen dipilih oleh rakyat. Kabinet bertanggung jawab kepada parlemen dan dapat bertahan sepanjang mendapat dukungan mayoritas anggota parlemen. Hal ini berarti bahwa sewaktu-waktu parlemen dapat menjatuhkan kabinet jika mayoritas anggota parlemen menyampaikan mosi tidak percaya kepada kabinet
Presiden tidak berada dibawah pengawasan langsung parlemen
Presiden tidak dapat membubarkan parlemen seperti dalam sistem parlementer
Presiden tidak dapat membubarkan parlemen seperti dalam sistem parlemente
Kelebihan Kepemimpinan dalam melaksanakan kebijakan (administrasi) lebih jelas pada system presidensil, yakni di tangan presiden Fungsi kepala pemerintahan (perdana menteri dan fungsi kepala Negara(presiden, raja) dilaksanakan oleh orang yang berlainan
Badan eksekutif lebih stabil kedudukannya karena tidak tergantung pada parlemen Satu permasalahan dapat ditangani secara tuntas melalui pembuatan kebujakan umum (UU) yang bersifat komprehensif karena kekuasaan legislative dan eksekutif berada pada satu partai
Masa jabatan badan eksekutif lebih jelas dengan jangka waktu tertentu. Misalnya, masa jabatan Presiden Amerika Serikat adalah empat tahun, Presiden Indonesia adalah lima tahun Garis tanggung jawab dalam pembuatan dan pelaksanaan kebijakan umum sangat jelas sehingga dalam pemilihan umum para pemilih dengan jelas mengetahui, siapa yang harus dicela atau dipuji dalam penyelenggaraan pemerintahan
Penyusun program kerja kabinet mudah disesuaikan dengan jangka waktu masa jabatannya Pembuat kebijakan dapat ditangani secara cepat karena mudah terjadi penyesuaian pendapat antara eksekutif dan legislatif. Hal ini karena kekuasaan eksekutif dan legislatif berada pada satu partai atau koalisi parta
Legislatif bukan tempat kaderisasi untuk jabatan-jabatan eksekutif karena dapat diisi oleh orang luar termasuk anggota parlemen sendiri. Adanya pengawasan yang kuat dari parlemen terhadap kabinet sehingga kabinet menjadi barhati-hati dalam menjalankan pemerintahan
siapa yang bertanggung jawab dalam pembuatan kebijakan lebih jelas pada cabinet parlementer dibandingkan dengan cabinet presidensil
Kekurangan Kekuasaan eksekutif diluar pengawasan langsung legislatif sehingga dapat menciptakan kekuasaan mutlak Apabila terdapat satu cabinet yang cenderung mengendalikan parlemen. Hal ini disebabkan dengan posisi penting dipegang perdana menteri dan anggota cabinet yang lain dalam partai, yang memungkinkan mereka mempengaruhi isi kebijakan partai yang harus dilaksanakan dengan semua anggota partai di parlemen maupun di eksekutif. Selain itu, anggota parlemen yang menjadi anggota cabinet biasanya merupakan tokoh-tokoh yang berpengaruh di parlemen
Pembuatan keputusan atau kebijakan publik umumnya hasil tawar-menawar antara eksekutif dan legislatif sehingga dapat terjadi keputusan tidak tegas dan memakan waktu yang lama. Kedudukan badan eksekutif/kabinet sangat tergantung pada mayoritas dukungan parlemen sehingga sewaktu-waktu kabinet dapat dijatuhkan oleh parlemen
Parlemen menjadi tempat kaderisasi bagi jabatan-jabatan eksekutif. Pengalaman mereka menjadi anggota parlemen dimanfaatkan dan manjadi bekal penting untuk menjadi menteri atau jabatan eksekutif lainnya
Kelangsungan kedudukan badan eksekutif atau kabinet tidak bias ditentukan berakhir sesuai dengan masa jabatannya karena sewaktu-waktu kabinet dapat buba

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s